Tag Archives: TB Care

SAKIT, tak mengurangi langkahku mencari SUSPEK

Begitu ungIMG-20151105-WA0013kapan dari Endang Pripurwati selaku kader senior TB  PKPU wilayah cililitan, baru saja ini beliau terkena penyakit yg mengharuskan nya istirahat total, ada batu didalam empedu dan penyakit maag kronis membuat wanita ini harus dirawat selama 2 mnggu di RS.Polri

Beliau, sudah berkecimpung dalam dunia sosial sebagai kader dari tahun 1980, menurutnya “ada kepuasan hati saat menolong orang yg tidak bisa dibayar dengan apapun,kecuali mengharap pahala dari Allah”

Ketika beliau terkena penyakit, tak menyurutkan langkah nya untuk tetap mencari suspek,walau saat ini dengan kondisi terbatas, di tengah keterbatasan nya dan semangat nya ada mahasiswa Binarawan PKL di wilayah nya untuk mencari data penduduk, beliau tetap mempersilahkan mereka berkunjung kerumah nya,meski ketika mereka datang beliau sambil tiduran di bangku, karna untuk saat ini kondisi nya masih suka lemas.

“Positiv nya adalah ketika kita bekerja dengan tulus dan ikhlas menolong orang, ketika kita sakit banyak yg peduli ” ungkap endang. (Lisa/TB Care/PKPU)

Pasien HIV juga Butuh Asupan Rohani

Jakarta, 5 November 2015. Tim TB Care PKPU melakukan kunjungan ke Komisi Penanggulangan AIDS Kota Jakarta Timur. Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka silaturahim sekaligus memperkuat jejaring TB HIV di Jakarta Timur.

Walaupun baru pertama kali hadir ke kantor KPAK Jaktim, sekretaris KPAK Jaktim sangat menyambut baik kehadiran PKPU. Beliau sangat antusias untuk memasukkan unsur rohani kedalam program HIV. Beliau teringat kunjungannya ke Thailand yang membuatnya malu sebagai orang islam karena biksu dan pendeta di thailand sangat perhatian pada pasien HIV yang sudah parah. Mereka membimbing pasien HIV dengan asupan rohani sehingga di akhir hidupnya dapat dekat dengan tuhan.

“Pkpu kan lembaga islam, ada baiknya kalau menangani masalah HIV maupun TB dari sisi agama. Apalagi untuk pasien-pasien yang harapan hidupnya tipis”, ujar Pak Ichwan Sekretaria KPAK Jaktim.

KPAK merupakan lembaga turunan dari KPA Propinsi DKI Jakarta sehingga anggarannya dari APBD DKI. Dalam melaksanakan tugasnya menanggulangi TB, KPAK berjejaring dengan LSM HIV di Jakarta Timur. LSM tersebutlah yang banyak turun langsung ke populasi kunci dan penderita HIV.

Sebagai lembaga yang netral, KPAK tidak dapat mmasukkan unsur agama islam kedalam kegiatannya sehingga sangat berharap PKPU dapat menyentuh ranah tersebut.

“Kalau tidak ada yang menangani hal itu bisa dipegang sm lembaga lain yang berkeyakinan beda sepeti Wahana Visi”, lanjut Pak Ichwan

“Sudah banyak LSM yang menangani masalah kesehatan untuk ODHA, tapi belum ada yang mengurus sisi paliatif dari pasien”, timpal Bu Rita Kasie Monev KPAK Jaktim.

Banyaknya aktivitas yang dilakukan untuk menangani masalah TB dn HIV butuh banyak bantuan sehingga memperluas jaringan merupakan kewajiban. Kedepannya PKPU akan lebih dilibatkan dan diundang dalam jejaring TB-HIV di Jakarta Timur. (Rizka/TB Care/PKPU)

PKPU Gandeng Klinik Swasta untuk Memberantas TB di Kramat Jati

DSCN0957 DSCN0958 (1)Jakarta, 27 Oktober 2015. PKPU bersama dengan Puskesmas Kramat Jati, Sudinkes dan IDI Jakarta Timur menggandeng klinik dan dokter praktek mandiri untuk bersama-sama memberantas penyakit Tuberkulosis di Kramat Jati. Kegiatan ini merupakan pilot projek yang diharapkan dapat mendongkrak capaian TB di Kramat Jati sekaligus menjadi percontohan bagi wilayah lain.

Hingga kini penyakit Tuberkulosis masih menjadi masalah di Indonesia. Berdasarkan data survey prevalensi nasional tahun 2013/14 didapatkan bahwa  kasus TB  di Indonesia berjumlah 1.6 juta kasus. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan kasus TB terbanyak nomer 2 di dunia setelah India. Peringkat ini naik dari data tahun 2011 yang menyebutkan bahwa Indonesia menempati peringkat ke-4 kasus TB terbanyak di dunia.

Masalah TB yang tidak kunjung usai tersebut disebabkan oleh banyak factor, salah satunya adalah penemuan kasus yang belum maksimal. Semakin banyak kasus TB yang ditemukan, semakin banyak yang diobati dan sembuh sehingga tidak menularkan ke orang lain. Faktanya, masih banyak orang yang tidak mengetahui dirinya menderita TB sehingga berobat ke tempat yang tidak sesuai sehingga tidak sembuh dan bahkan lebih parah. Hal ini bukan hanya merugikan penderita itu sendiri, namun juga orang lain karena penyakit TB mudah sekali menular.

 “Sebagai lembaga yang sudah bergelut dalam pemberantasan penyakit Tuberkulosis selama 5 tahun, kami melihat adanya potensi yang belum digali yaitu dari klinik dan dokter praktek mandiri. Dari kegiatan ini kami harap dapat mendongkrak capaian suspek TB di wilayah Kramat jati,”ucap Ferry Suranto, GM Pendayagunaan PKPU.

Salah satu faktor penyebab temuan kasus TB yang masih rendah adalah banyak pasien yang berobat selain ke Puskesmas atau RS DOTS sehingga datanya tidak tercatat dalam pencatatan nasional. Hal ini mengakibatkan missing data atau bahkan salah pengobatan bila dokter atau klinik tersebut salah mendiagnosa dan mengobati karena belum sesuai standar.

Dalam kegiatan ini, klinik dan dokter praktek mandiri diajak untuk berkomitmen menjaring suspek hingga menjalani pengobatan TB dengan dibantu oleh Puskesmas. Diakhir kegiatan, sebanyak 28 dokter menandatangani MoU dengan Puskesmas Kramat Jati dan IDI sebagai kesediaan untuk bergabung memberantas penyakit TB di wilayah Kramat Jati.

“Kami sangat mengapresiasi kesediaan PKPU untuk memfasilitasi terlaksananya kegiatan Penguatan Jejaring TB di wilayah Kramat Jati. Semoga dapat menjadi amal baik untuk PKPU”, ujar Ira Kurniati, Wasor TB Sudinkes Jakarta Timur.

“Peran PKPU dalam memfasilitasi kegiatan ini adalah wujud nyata kami sebagai NGO yang mau total bergerak membantu pemerintah dalam menanggulangi masalah Tuberkulosis”, lanjut Pak Ferry Suranto. (Rizka Nur Farida/TB Care/PKPU)

PKPU Ketuk 300 Pintu Kampung Tengah

IMG-20150214-WA0006 IMG-20150214-WA0014 IMG-20150214-WA0010

Jakarta Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)  mempunyai segudang masalah, mulai dari  kriminalitas, pengangguran, hingga kemiskinan. Pemukiman-pemukiman kumuh, miskin, padat penduduk dan tidak sehat masih ada di antara gedung-gedung  nan megah.


Berbagai penyakit akibat lingkungan yang tidak sehat ini menyebabkan menjamurnya penyakit-penyakit menular. TB atau Tuberculosis menjadi penyakit menular yang masih banyak di kota Jakarta. Tuberculosis jangan dianggap  remeh. Satu orang penderita TB dapat menularkan 10 orang di sekitarnya. Bahkan ada fakta mengejutkan, sehari 183 orang di Indonesia meningggal akibat penyakit  ini. Kota Jakarta menjadi  salah satu kota terbesar penyumbang penyakit yang disebabkan kuman miko.

Beranjak dari fakta inilah, PKPU berkerja sama dengan Adam Bilfaqih mengadakan kegiatan ketuk 300 pintu. Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 14 Februari 2015 di RW 04 Kampung Tengah kecamatan Kramat jati Jakarta Timur. Wilayah ini merupakan daerah yang padat penduduk. Menurut data dari puskesmas setempat banyak suspect TB berada di wilayah ini. PKPU beserta Kader Kelompok Masyarakat Peduli  TB  (KMP TB) Tengah RW 04 akan “mengetuk 300 pintu” warga di RW 04. Para kader ini merupakan kader binaan PKPU selama 6 bulan, jadi sudah terlatih dan mengetahui seluk-beluk tentang TB. Tidak hanya mengetuk pintu, tetapi juga memberikan edukasi berupa penyuluhan kepada warga agar waspada terhadap penyakit ini.

Media edukasi yang digunakan berupa poster, leafet, serta stiker. Selain itu satu rumah yang disuluh oleh mereka diberikan sabun mandi sebagai simbolis untuk  berperilaku hidup bersih dan sehat.Bukan hanya dari kader KMP TB Tengah RW 04 saja yang hadir di acara ketuk 300 pintu. Ada juga tamu dari Kader KMP TB Kebon Pala, Bapak Pujianto dan Ibu Nuryanih.“Saya sangat berkesan sekali terhadap acara  Ketuk 300 pintu ini. Saya kira saya hanya tamu dikegiatan ini, tapi ternyata saya diikutsertakan dalam kegiatan. Saya kira kampanye TB ini kampanye seperti kampanye presiden, ternyata Blusukan keliling wilayah Rw 04 kelurahan Tengah, memberikan penyuluhan dari pintu ke pintu” ujar Pak Puji. Kita harus banyak belajar dari bapak ini. Diusianya yang 74 tahun, beliau masih bersemangat.

Ketuk 300 pintu ini bertujuan untuk menjaring suspect serta mendatanya.Setelah terjaring, akan dilakukan pendampingan oleh kader KMP TB Tengah RW04 untuk melakukan pengobatan ke Puskesmas. Kegiatan ini diharapkan dapat menjaring 100 suspect sehingga dapat memutuskan mata rantai penyebaran penyakit TB ini. 

Ketuk 300 pintu ini menghadirkan dua orang perwakilan dari Walikota Jakarta Timur  Anton widodo dan ibu Yuli. Dalam sembutannya beliau sangat mengapresiasi kegiatan “Ketuk 300 Pintu” dan berharap kegiatan ini menjadi kegiatan yang berkelanjutan. ”Penyakit TB ini bukan hanya PR pemerintah, tapi PR kita. Kalau bukan kita yang peduli siapa lagi?” ujar pak Anton Widodo
Selain perwakilan dari walikota, kegiatan ini juga Dihadiri oleh Lurah Tengah H Tarmiji dan Ibu Yuli Pokja 4 bagian Kesehatan anak dan perencanaan kota sehat. Mereka sangat mendukung kegiatan PKPU di wilayah mereka. Dengan adanya jalinan kerja sama dengan stakeholder setempat, semoga dapat membebaskan Kampung Tengah dari TB. Bayangkan saja dari hasil ketuk pintu ini, sudah terjaring 56 pasien positif TB dan 214 suspect TB. Semoga setelah kegiatan ini mereka terindikasi TB mendapatkan pendampingan pengobatan hingga tuntas. (Pramita/Tb Care/PKPU)

Rembug Warga KMP TB di RW 04 Kelurahan Tengah Kramat Jati

IMG-20141123-WA0010 IMG-20141123-WA0011 IMG-20141123-WA0012

Jakarta, 23 November 2014, Siang hari yang cerah warga RW 0 4 Kelurahan Tengah Kramat Jati menggelar rembug warga untuk membahas Kelompok Masyarakat Peduli penyakit TB (Tubercullosis). Rembug warga dilaksanakan di kantor sekretariat RW 04. Rembug warga kali ini dihadiri oleh ketua RT & kader posyandu setempat.

Diharapkan setelah diadakannya rembug warga ada rencana tindak lanjut untuk kegiatan KMP TB ini dan semoga kader TB bisa menjalankan tugasnya dengan baik. (Rere/Fasil TB/PKPU)