Tag Archives: Latahzan

Kegigihan Seorang Pedagang Peyek Hingga Akhir Hayat

IMG-20140617-WA0002 IMG-20140617-WA0003

Di sebuah Gubuk sederhana wilayah tanah Pemda Kapuk Cengkareng tinggallah seorang nenek yang bernama Naswiyah. Nenek Naswiyah adalah seorang pedagang peyek keliling yang setiap hari berjualan peyek dan cendil di lingkungan sekitar rumahnya. Sehari-harinya Nenek Naswiyah berjualan peyek dan cendil keliling, satu bungkus peyek seharga 3.000 rupiah. Setiap pukul 04.30 beliau terbangun untuk membeli bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat peyek. Setelah selesai membuat peyek beliau melanjutkan membuat cendil (semacam kue tradisional yang warna warni diberi ketan hitam dan parutan kelapa). Mulai pukul 09.00, ibu Naswiyah mulai keluar rumah untuk menjajakan dagangan peyek dan cendilnya. Beliau berkeliling menawarkan peyek dan cendilnya dari kampung-kampung.  Selain itu peyek buatannya dititipkan di warung-warung kecil dan juga berjualan di depan sekolah. Setelah berjualan di sekolah, beliau tetap berjualan keliling sampai dagangannya habis demi bertahan hidup di tengah kerasnya ibukota Jakarta. Ibu Naswiyah tinggal sebatang Kara di Jakarta, walaupun demikian beliau sangat semangat dan gigih berjualan dan tidak meminta belas kasihan dari tetangganya.

Innalillahi wa innailaihi rojiun, pada hari Selasa, 17 Juni 2014, pukul 04.00 Nenek Naswiyah menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 85 tahun. Warga sekitar rumah nenek Naswiyah mulai curiga karena biasanya nenek Naswiyah keluar pada pukul 04.30 untuk membeli bahan-bahan yang diperlukan membuat peyek dan cendil di warung dekat rumah beliau tinggal, tetapi hari itu tidak. Secara spontan, ibu warung masuk ke dalam rumah Nenek Naswiyah ternyata nenek itu sudah terbujur kaku di tempat tidurnya. Bapak Toyib salah satu tokoh masyarakat setempat meminta bantuan ambulance LATHAZAN PKPU pukul 05.00 WIB, ba’da subuh Almarhumah nenek Naswiyah akan dimakamkan di TPU Tegal Alur, Cengkareng. Menurut Pak Toyib, “kita sebagai generasi muda patut mencontoh nenek Naswiyah karena kegigihan dan semangatnya untuk berjuang hidup hingga akhir hayat”. (Julianto/Tim Latahzan/PKPU)