Tag Archives: Lapors

Ibu Aminah Pasien yang mengalami Tumor Sinonasal

IMG-20140911-WA0027 IMG-20140911-WA0028

JAKARTA (11/09/2014). Tim LAPORS PKPU melakukan eksekusi ke beberapa rumah sakit di Jakarta. Salah satu rumah sakit yang didatangi yaitu Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Tujuan Tim LAPORS ke RSCM tidak lain adalah untuk menyalurkan bantuan kepada mereka yang sakit dan kesulitan finansial. Tim Lapors bertemu dengan pasien bernama Ibu Aminah . Beliau adalah pasien yang mengalami Tumor Sinosal. Pekerjaan Ibu Aminah adalah Ibu Rumah Tangga, suami beliau bekerja sebagai buruh bangunan. Awal mulanya di hidung beliau terdapat benjolan, namun beliau biarkan karena tidak ada biaya sampai akhirnya benjolan tersebut membesar. Beliau menahan rasa sakit tersebut sudah hampir 4 tahun.

Saat ini beliau berobat jalan di RSCM dengan menggunakan BPJS. Untuk mengehmat biaya beliau tinggal di lorong rumah sakit selama melakukan pengobatan. Melihat kondisi pasien yang sangat membutuhkan biaya selama pengobatan ini, maka Tim Lapors PKPU memberikan sedikit bantuan kepada Ibu Aminah. Dengan harapan bantuan yang diberikan dapat meringkankan sedikit beban Ibu Aminah dan Suami. (Suwarni/Tim Lapors/PKPU)

PKPU Galang Dana Bantuan Bayi Penderita Atresia Bilier

Ammar 1 Ammar 2 AmmarDepok – Senin (25/8/2014), Tim Lapors PKPU mengunjungi Kaffie Ammar Mutaqien bayi berusia 6 bulan penderita atresia bilier. Ammar merupakan bayi dari Ibu Yetty Kurniasih dan Bapak Romli. Mereka tinggal di Jalan Program Dalam I Rt 002/04 No.36, Pancoran Mas, Depok. Ibunya seorang ibu rumah tangga, sedangkan ayahnya seorang guru SD swasta di Depok. Awalnya Ammar terlahir secara normal di klinik Graha Permata Ibu, Kukusan Depok. Hingga usia 1 bulan Ammar hidup secara normal. Saat Ammar berusia 2 bulan gejala penyakit mulai terlihat yaitu mata dan semua tubuhnya menguning. Saat itu orangtua Ammar hanya berfikir mungkin karena “kurang dijemur”. Akan tetapi kondisinya justru bertambah parah. Tubuhnya mengalami panas disertai demam dan langsung dibawa ke klinik Graha Permata Ibu. Ammar mendapatkan perawatan serta cek darah untuk mengetahui kondisi penyakitnya. Hasil cek darah di laboratorium menunjukkan bahwa Ammar mengalami HYPERBILLIRUBIN. Dikarenakan pelayanan dan alat-alat yang terbatas, maka Ammar dirujuk ke RS Fatmawati.

Di RS Fatmawati Ammar menjalani perawatan selama 10 hari. Namun kondisinya semakin menurun, akhirnya ia dirujuk ke RSCM dengan diagnosa dari RS Fatmawati KOLESFASIS dan ISK. Ammar dibawa ke RSCM dengan penanganan yang sudah hampir 2 bulan Ammar. Cek darah hingga biopsi dijalani Ammar di RSCM. Hasil diagnosa menunjukkan Ammar menderita atresia bilier. Atresia bilier merupakan penyakit langka dan bukan penyakit keturunan. Penyakit ini yang terjadi pada bayi baru lahir dengan rasio satu dari 10.000 anak. Kerusakan hati yang terjadi dari atresia bilier disebabkan oleh cedera dan kerugian (atresia) dari saluran empedu yang bertanggung jawab untuk mengalirkan empedu dari hati. Hilangnya saluran empedu menyebabkan empedu untuk tetap tinggal di hati. Ketika empedu membangun dapat merusak hati, menyebabkan jaringan parut dan hilangnya jaringan hati. Akhirnya hati tidak akan dapat bekerja dengan baik dan sirosis akan terjadi.

Berdasarkan informasi terakhir pasien disarankan oleh dokter untuk melakukan cangkok hati dengan biaya kurang lebih 1 milyar rupiah. Dana tersebut belum termasuk biaya obat dan operasional. Karena kondisi ekonomi keluarga yang tidak mampu, pasien belum melakukan cangkok hati. Transplantasi hati adalah pengobatan yang sangat sukses untuk atresia bilier dan tingkat kelangsungan hidup setelah operasi telah meningkat. Terkait hal tersebut, beberapa elemen masyarakat baik ormas, komunitas, dan mahasiswa telah terdorong untuk membantu Ammar. Donasi perorangan maupun lembaga yang telah terkumpul saat ini sekitar 60 juta-an (up date 27/8/2014). Operasi Ammar akan dilakukan pada saat usia 7 bulan, namun menurut dokter yg menangani, operasi bisa diundur pada usia 3 tahun jika di usia 7 bulan kondisi Ammar sehat dan tetap stabil. Akan tetapi bila usia 7 bulan Ammar mulai keluar darah dari saluran pengeluaran maka harus dilakukan operasi pencangkokan tersebut.

Alhamdulillah, PKPU pada tanggal 26 Agustus 2014 bertemu langsung dengan Ammar beserta keluarga di Kantor PKPU Pusat Condet, Jakarta. Hasil pertemuan itu PKPU berkomitmen akan membantu penggalangan dana bekerjasama dengan Tabung Peduli PKPU. Penggalangan dimulai pada tanggal 27 Agustus 2014 di seluruh jaringan program Tabung Peduli termasuk sekolah-sekolah. Selain itu PKPU juga akan menggalang dana dari donatur-donatur lainnya. Sebagai langkah awal, tim Lapors PKPU menyerahkan bantuan awal pada 26 Agustus 2014 di kantor PKPU Pusat Condet, Jakarta. (Warni/Hendy/Lapors PKPU)

Jika anda ingin berdonasi membantu Ammar silahkan mengirimkan bantuan anda melalui rekening  Bank Mandiri 1290005450057 a.n PKPU, apabila sudah mengirimkan donasi konfirmasi ke nomer 081511997578 atau Hotline PKPU 021-70607578.

Harapan Melihat Itu Masih Ada

Pemberian Santunan Langsung Ibu Sulastri

Barangkali harapan itu yang saat ini didambakan oleh Ibu Sulastri. Ibu Sulastri sudah hampir 2 tahun menderita penyakit katarak. Sejak dia menderita penyakit tersebut, sang suami meninggalkannya. Padahal beliau memiliki 2 orang anak yang masih dalam tanggungannya. Saat ini ibu Sulastri beserta anak-anaknya tinggal bersama sepupunya, Pak Ilham di Kampung Lio, Depok.

Kondisi kedua mata beliau tidak bisa melihat. Mata kanannya sudah rusak tidak bisa ditangani lagi. Sedangkan mata kirinya bisa melihat hanya dengan operasi cangkok kornea. Menurut dokter yang menangani 99% mata kiri ibu Sulastri akan sembuh bila dilakukan operasi tersebut. Sedangkan keluarga beliau kesulitan dalam membiayai operasi dan operasional selama pengobatan sehingga Pak Ilham berusaha mencari bantuan ke beberapa pihak, termasuk PKPU.

Alhamdulillah, Tim Lapors (Layanan Pendampingan Orang Sakit) PKPU yang ditangani oleh bapak Hendy dan ibu Suwarni pada selasa (6/5/2014) telah survey dan langsung memberi bantuan ke rumah Ibu Sulastri. Selain itu tim juga berusaha mencari donatur yang akan membiayai operasi tersebut, sambil pak Ilham selaku fasilitator melengkapi berkas yang kurang.

Alhamdulillah, pada Rabu (14/5/2014) ibu Sulastri mendapatkan bantuan. Mereka berkomitmen untuk membiayai operasi cangkok kornea yang bersangkutan. Sesuai jadwal dari rumah sakit ibu Sulastri akan menjalani operasi pada Juni 2014 tergantung jadwal yang sudah ditentukan. Selasa (3/6/2014), pak Ilham melengkapi berkas terbaru ibu Sulastri. Tim Lapors (Layanan Pendampingan Orang Sakit) segera memproses berkas tersebut. Mudah-mudahan proses ini berjalan lancar dan ibu Sulastri dapat melihat kembali pasca operasi nantinya, Amin. (Tim Lapors/Juni/PKPU)