Tag Archives: Kampung Nutrisi

Belajar Bercocok Tanam melalui Metode Hidroponik

IMG-20151203-WA0013 IMG-20151203-WA0014 IMG-20151203-WA0015 IMG-20151203-WA0016  IMG-20151203-WA0018

Tangerang, 27 November 2015. Sebanyak 22 orang kader posyandu dan ibu balita binaan program SAGITA (Sahabat Gizi Kita) PKPU mengikuti pelatihan bercocok tanam dengan menggunakan metode hidroponik untuk kebun sehat keluarga yang diadakan oleh PKPU bekerjasama dengan AgroTV.


Dalam pelatihan kali ini, Bapak Eko memberikan pelatihan kepada warga Desa Pangkalan metode hidroponik sederhana dengan memanfaatkan botol bekas. Tanaman yang akan ditanam adalah bayam dan kangkung, yang dinilai memiliki nilai kandungan gizi tinggi bagi perbaikan gizi balita. Salah satu keunggulan metode hidroponik ini adalah tanaman tidak perlu disiram setiap hari karena memanfaatkan sistem kapilaritas dari kertas tissue yang dianalogikan seperti sumbu kompor yang dipasang di dalam botol bekas.
“Terima kasih kepada PKPU dan AgroTV yang telah mengajarkan warga kami tentang metode baru dalam pertanian yang biasa kami lakukan, terutama dalam metode pemberian air dan pupuk tanaman” ujar Pak Marsa, salah satu peserta pelatihan training. (Ira W/Koor.Kp. Nutrisi/PKPU)

Sosmep dan Pemicuan Masyarakat Bandar Lampung

IMG-20151203-WA0005 IMG-20151203-WA0006 IMG-20151203-WA0007 IMG-20151203-WA0008 IMG-20151203-WA0009

Bandar Lampung , 21 November 2015 – Dalam rangka persiapan Program Ketahanan pangan, PKPU Lampung mengadakan pelatihan Sosmep dan Pemicuan masyarakat Kelurahan Keteguhan Kecamatan Teluk Betung Timur Bandar Lampung. Pelatihan dilakukan 2 hari dengan materi sosial maping dan pemicuan, serta praktek pemicuan ke kelurahan keteguhan.  Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 20-21 Nobember 2015 mulai pukul 09.00- 17.00 WIB.

Pada hari pertama kegiatan ini secara resmi dibuka oleh pak Sefrizal Permana selaku ketua bidang pendayagunaan PKPU Lampung dan sekaligus memberikan materi  tentang sosial maping dan pemicuan kepada fasilitator . ”Materi yang disampaikan sangat membantu saya selaku fasilitator dalam hal sosial maping dan pemicuan langsung kelapangan”, tutur ema selaku fasilitator.
Menurut pak Sefrizal Permana “ Pemetaan sosial  dilakukan agar dapat menemukan masalah dan solusi yang berasal dari masyarakat itu sendiri. Metode yang digunakan dikegiatan ini yaitu PRA, hal ini karena dalam metode ini masyarakat yang menjadi  subjek, bukan objek lanjutnya”.

Sedangkan pada hari ke 2, dilakukan praktek pelatihan sosmep dan pemicuan masyarakat  yang bertempat di kantor kelurahan Keteguhan Kecamatan Teluk Betung Timur. Dalam kegiatan ini turut dihadirkan pula ibu bidan serta kader.-kader posyandu di kelurahan keteguhan dalam praktek pelatihan sosmep dan pemicuan ke masyarakat.

Para kader posyandu dan ibu bidan yang hadir sangat antusias dalam pemicuan ini. Dalam praktek pemicuan kali ini kelompok dibagi mkenjadi 2 yaitu kelompok pesisir dan kelompok umbul konci. Mereka juga sudah berkomitmen agar memanfaatkan lahan pekarangannya dengan menanam sayur dan apotik hidup. “ setelah melihat potensi yang ada dikelurahan keteguhan saya ingin menanam sayur dipekarangan rumah saya, dan siap menjadi rumah percontohan di kelurahan keteguhan” tutur bu Nurpiah selaku kader posyandu. Kegiatan pemicuan berhasil mengajak 22 warga berkomitmen untuk membuat kebun sayuran di pekarangan rumahnya. (Sari/Fasilitator SAGITA/PKPU)

Tidak hanya Memberikan Keterampilan, Peran Fasilitator pun Memberi Pengertian 

20151118_171925_resized 20151118_173256_resized 20151118_173607_resized

Saat sore setelah menyirami kebun, KTP (Kelompok Tani Pelajar) Kampung Nutrisi melanjutkan kegiatannya yaitu meningkatkan keterampilan. Kali ini KTP belajar membut bros dari kain perca, yang diajarkan langsung oleh fasilitator kampung nutrisi.  Bertempat di rumah ketua Rt.1 Desa Tenjo Bogor Barat, Rabu (18/11/2015).


Hanya dengan alat – alat sederhana seperti kain perca, gunting, benang dan jarum jahit, cukup meningkatan keterampilan KTP. Alat yang mudah di dapat, menjadikan KTP berkreatifitas lebih untuk menerapkannya di rumah. 

Karna kegiatan ini berlangsung di teras rumah, banyak ibu – ibu yang ikut melihat kegiatan KTP. Termasuk Ibu dari Nuriyah, salah satu anggota KTP. Ibu dari Nuriyah ini terlihat senang melihat anaknya bisa membuat bros, si Ibu pun langsung meminta anaknya membuatkan satu untuknya. 

Nuriyah termasuk anak yang aktif di sekolah, menjadi anggota paskibra membuat Nuriyah terkadang harus pulang lebih sore untuk sampai ke rumah. Saat itu Ibu nya selalu mengomel jika Nuriyah pulang terlalu senja. Sempat suatu saat Ibu nya menyuruh Nuriyah melarangnya untuk ikut kegiatan ekstra kulikuler di Sekolahnya. Disinilah peran fasilitator, selain memberi keterampilan untuk KTP, memberikan pengertian terhadap ibu – ibu dari anggota KTP mengenai kegiatan positif anak – anaknya harus dilakukan. Selagi anak – anak masih ada kemauan, biarkan mereka untuk aktif di kegiatan – kegiatan positif. Dengan begitu dapat membuat anak – anak lebih berani dan percaya diri. (Yusnita/Fasilitator Kp. Nutrisi Tenjo/PKPU)

Launching Rumah Terampil Kampung Nutrisi

IMG-20151117-WA0002 IMG-20151117-WA0003 IMG-20151117-WA0004 IMG-20151117-WA0005 IMG-20151117-WA0006

Bogor,stelah melalui beberapa tahap mulai dari sosialisasi hingga kursus membuat tas dari kain perca, hari ini Selasa (17/11/2015), Kampung Nutrisi Tenjo meresmikan Rumah Terampil. Kegiatan ini berlangsung di Posyandu Kacapiring. Dihadiri oleh Bapak Asep selaku sekdes Tenjo, Pak Ferri Suranto selaku General Manager Pemberdayagunaan PKPU, Ibu Sartika dan Bapak Riki dari pihak Universitas Indonesia serta peserta rumah terampil, dan dimeriahkan oleh tarian Saman dari Gerakan Pramuka MTS Daarul Arham dan Marawis dari SMAN 10 Kabupaten Tangerang.

Peserta Rumah Termpil ini terdiri dari ibu-ibu dan remaja putri. Dalam pendirian Rumah Terampil Universitas Indonesia bersinergi dengan dua lembaga pemberdayaan masyarakat yaitu Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) dan Komunitas pemberdayaan perempuan dan lingkungan yaitu Tangan Peduli Lingkungan (TaPe Uli) Depok.

“Dengan adanya kerjasama dengan PKPU dan Universitas Indonesia membuat perkembangan Tenjo menjadi lebih cepat dan semoga menjadi berkembang ke seluruh Rw yang ada di Desa Tenjo. Saya pun banyak mengucapkan terimakasih untuk kepada PKPU dan UI. Kegiatan ini bisa menambah ketermpilan dan bisa menambah penghasilan ibu-ibu” ucap Pak Asep saat sambutan.

Dari beberapa kali tahapan kursus, ibu-ibu rumah terampil sudah bisa menjual produk tasnya, hingga saat ini uang dari hasil penjualan masih dikumpulkan untuk membeli mesin jahit lagi. Dari pihak Universitas Indonesia sendiri,sudah resmi menyerahkan satu buah mesin jahit untuk Rumah Terampil.(Yusnita/Fasilitator Kp. Nutrisi/PKPU)

Kunjungan Rutin Balita Gizi Buruk di Kampung Tengah

IMG-20151112-WA0035 IMG-20151112-WA0036

Bertepatan Dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional  HKN Yang ke 51 tahun,Program layanan Ambulance gizi balita PKPU mengadakan Kunjungan rutin 6 Balita Gizi buruk di kampung tengah.Wilayah ini tepat berada di belakang pasar induk Kramatdjati Jakarta timur. Mayoritas ibu balitanya bekerja sebagai pengupas  bawang dan juga buruh cuci gosok .Kontrakan-kontrakan  kecil dan pemukiman yang  padat dan kumuh menjadi pemandangan yang lumrah- di wilayah ini.


Selama enam bulan Program Layanan ambulance gizi balita membina keenam  balita gizi buruk yang terdapat di wilayah ini untuk pemulihan gizinya.Selain makanan tambahan yang di berikan ,Ibu balita juga mendapatkan edukasi  mengenai pola asuh anak yang benar .Peran Kader posyandu  setempat juga di maksimalkan untuk mengontrol makanan balita tiap dua hari sekali.” Trimakasih PKPU sudah enam bulan ini membantu pemulihan gizi buruk balita di wilayah kami,Alhamdulillah banyak ibu balita yang  senang dan bersemangat agar balitanya lulus dari gizi buruk dan semoga di Hari Kesehatan Nasional yang ke 51 Tahun ini semakin banyak balita gizi buruk yang berubah menjadi baik“ ungkap Lestari  54 th Kader posyandu di RW 04 Kampung Tengah. (M. Sobari/Layanan Gizi Balita/PKPU)