Tag Archives: Berbagi Air

Sinergi PKPU Dan Stakeholder di Kota Pekanbaru Dalam Program Berbagi Air

IMG-20150317-WA0008 IMG-20150317-WA0009 IMG-20150317-WA0010

PEKANBARU – Program berbagi air yang rencananya akan diluncurkan oleh PKPU di Pekanbaru merupakan program khusus yang diperuntukan bagi warga yang mengalami kesulitan air bersih. Untuk mendukung program ini Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU Cabang Pekanbaru melakukan sinergi dengan berbagai stakeholder yang ada di kota Pekanbaru, agar nantinya program ini dapat berjalan sesuai yang diharapkan oleh masyarakat.


Selama tiga hari dari tanggal 11 sampai 13 Maret 2015, PKPU Cabang Pekanbaru bersama tim supervisi berbagi air melakukab kunjungan ke dinas-dinas terkait, diantaranya dinas PU (Pekerjaan Umum) Provinsi Riau, dinas PU kota Pekanbaru, dinas kesehatan kota Pekanbaru, dan PDAM kota Pekanbaru untuk membahas program berbagi air PKPU dan wilayah mana saja yang membutuhkan air.

Rahmat dari Dinas PDAM  mengungkapkan di RW 22 kelurahan Sail merupakan wilayah yang sangat membutuhkan air bersih. Senada dengan itu, Irwan Sipahutar, SatKer pengembangan pengadaan air minum Provinsi Riau juga meambahkan “Kedalaman pengeboran untuk wilayah Sail adalah 200 meter.” Tambahnya. Dalam hasil kunjungan yang dilakukan oleh PKPU ini para Stakeholder di kota Pekanbaru akan mendukung program berbagi air. Salah satu bentuk dukungannya adalah menjadi konsultan program berbagi air dan menjadi penyuluh serta  memonitor kualitas air. (PKPU/Afrizal/Pekanbaru)

Gotong Royong Pembangunan Sarana Air Bersih di Kp. Kaung Gading, Bogor

1 2 3

Hasil survei di Kp. Kaung Gading RT 01/02 didapat kondisi sarana air bersih  yang dimiliki masyarakat masih minim. Sarana air bersih yang digunakan untuk minum didapat dari satu sumber air yang berjarak sekitar ±0,5-1 km dari pemukiman penduduk, itupun dengan sarana yang seadanya. Selain itu kondisi air tanah (sumur) yang dimiliki warga tidak dapat diminum karena airnya kuning dan berbau, sehingga tidak layak konsumsi. Sehingga untuk kebutuhan air rumah tangga seperti mencuci, mandi, dan lain sebagainya biasanya masyarakat menggunakan air sumur, air hujan, dan sungai (kali kecil). Dengan kondisi tersebut terdapat konsekuensi pula yang harus ditanggung masyarakat yaitu terhadap kesehatan. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan kepada 20 responden di Kp. Kaung RT  01/02 dalam setahun kebelakang sebagian besar masyarakat menderita penyakit demam, batuk, dan diare. Perlu juga untuk ditindak lanjuti mengenai kondisi kesehatan masyarakat, apakah terdapat korelasi dengan kondisi tersebut.

PKPU sebagai lembaga kemanusiaan menjalankan amanahnya di Kp. Kaung Gading RT 01/02 dengan memberikan bantuan sarana air bersih berupa sumur bor dalam bentuk Program Water Sanitation (Watsan). Hal tersebut disambut baik dan antusiasme tinggi oleh seluruh stakeholder setempat. Dukungan-dukungan utama yang didapat yaitu oleh Kepala Desa Cibitung Kulon beserta jajaran staf, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan masyarakat

Hingga saat ini program Watsan telah berjalan selama dua bulan. Tahapan program watsan saat ini adalah kegiatan pengeboran sumur di lokasi yang telah di musayawarahkan yakni di samping Masjid Assa’adah. Partisipasi dan dukungan masyarakat dalam program Watsan sangatlah tinggi. Hal ini dapat dibuktikan dengan kegiatan gotong royong dalam mempersiapkan lahan pengeboran, hadirnya tokoh-tokoh pemerintahan (Kepala Desa dan staf), tokoh agama, serta masyarakat. Dalam sambutannya saat kegiatan Pelatihan Badan Pengelola Sanitasi (BPS) Kepala Desa (Yosep) mengatakan bahwa sangat berterima kasih atas bantuannya yang di berikan PKPU dan sangat mendukung kegiatan-kegiatan yang sifatnya untuk kemaslahatan umat, khususnya di Desa Kaung Gading yang memiliki berbagai permasalah terkait kesehatan, pendidikan, dan sanitasi, “kami selaku dari pemerintahan siap mendukung dan mefasilitasi program-program dari PKPU” ucap Kades Yosep.

Pengeboran sumur sudah dimulai dan dibuka langsung oleh Kades Kaung Gading pada Tanggal 20 Desember 2014. Kesan pertama yang di sampaikan oleh salah satu warga yaitu senang dan baik terhadap program Watsan. Meskipun pada saat pengeboran sumur tidak dapat dipungkiri terdapat kendala-kendala. Kondisi tanah yang dirasa cukup berbatu menyulitkan kegiatan pengeboran hingga penghentian pengeboran sementara karena efisiensi waktu, tenaga, maupun biaya. Hal itu tidak mengendorkan semangat masyarakat terhadap program watsa, justru salah satu warga berkata “dengan dimulainya pengeboran ini kami sudah senang sekali, meskipun hasil belum dapat sesuai harapan, namun dengan usaha serta kerja keras yang dilakukan PKPU dan tim telah membuktikan kesungguhannya dalam membatu memecahkan permasalahan masyarakat”. Kendala dalam pengeboran sumur salah satunya dapat diatasi dengan menggunakan mesin sumur bor. Hingga saat ini pengupayaan mesin sumur bor sedang dilaksanakan. (Irpan/Fasilitator Sarana Air Bersih/PKPU)