Tag Archives: 1000 Jamban

Compass Method sebagai Metode Penilaian Efektivitas Program Arisan Jamban

 IMG-20151203-WA0020 IMG-20151203-WA0021 IMG-20151203-WA0022 IMG-20151203-WA0023

Yogyakarta, 25 November 2015. KERABAT dan Kelompok Arisan Jamban (KAJ) rt 004/05 Dusun Jeruk Legi berkumpul di rumah ketua RT  sejak siang hingga sore hari dengan PKPU sebagai fasilitator. Sebanyak 16 orang berkumpul untuk melakukan evaluasi terhadap program Arisan Jamban yang sedang berjalan di daerah mereka. Meskipun hujan dan memiliki banyak urusan, para warga sangat antusias dan sanggup mengikuti kegiatan tersebut hingga akhir. Evaluasi program yang dilakukan pada hari itu menggunakan metode kompas (Compass Method) untuk menilai faktor penting dalam kesuksesan sebuah program dari sudut pandang masyarakat. Metode ini diambil dari JTZ sebuah NGo dari Jerman, yang telah menerapkan metode yang sama dan memiliki tingkat keakuratan yang baik.

Compass Method diawali dengan perkenalan, baik tim PKPU, KERABAT, maupun warga. Tidak lupa diperkenalkan secara singkat gambaran kegiatan hari itu agar warga dapat mengikuti alur kegiatan dengan baik. Kegiatan dilanjutkan dengan framing program, yaitu mengeksplorasi pemahaman peserta akan program Arisan Jamban disana. Framing program bertujuan untuk mengetahui tingkat kepahaman warga terhadap program, apakah sudah memahami Arisan Jamban secara utuh atau hanya sebagian. Kegiatan tersebut dilakukan dengan mereview kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan dan pembelajaran yang didapat. Dengan demikian, PKPU dapat menilai dan meluruskan pemahaman warga terkait program Arisan Jamban ini.

Tahap selanjutnya adalah dengan membuat Critical Success Factors (CSF), yakni kegiatan mengeksplorasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pelaksanaan program Arisan Jamban yang ditinjau berdasarkan empat aspek. Aspek tersebut adalah aspek ekonomi, faktor eksternal, faktor internal, dan learn and growth (pembelajaran dan perkembangan). Hasil dari CSF akan discoring kemudian dileveling untuk mengetahui apa yang paling berpengaruh dari masing-masing aspek.

Berdasarkan proses tersebut, didapatkan hasil bahwa Arisan Jamban menjadi faktor utama yang mendukung keberhasilan program dari aspek keuangan. Faktor eksternal yang berpengaruh adalah PKPU, puskesmas, dan Dinas Kesehatan. Selanjutnya, faktor internal yang berpengaruh dalam keberhasilan program adalah adanya KERABAT dan keinginan kuat dari masing-masing warga. Pengetahuan tentang perilaku BAB yang baik dan pengetahuan tentang jamban sehat menjadi faktor pendukung dari aspek learn and growth.

Setelah proses tersebut, PKPU menjabarkan target keberhasilan program Arisan Jamban yang dilaksanakan (Key Performance Indicators / KPI). Selanjutnya, PKPU bersama warga membuat rencana tindak lanjut dari keberlanjutan Arisan Jamban kedepannya. Dari hal ini diharapkan program Arisan Jamban akan semakin baik dan mampu menjadikan warga Desa Jeruk Legi lebih mandiri. (Lisana/Koor.Arisan Jamban/PKPU)

Kelompok Arisan Jamban Membangun Jamban ke-11 untuk Anggota

IMG-20151028-WA0000 IMG-20151028-WA0001 IMG-20151028-WA0002

Pada hari Selasa, 27 September 2015 dilaksanakan pembangunan jamban. Pembangunan ke-11 lebih tepatnya. Yang mendapat giliran kali ini adalah anggota atas nama Suryanto.

Seperti bulan-bulan sebelumnya pembangunan jamban dilakukan 2 kali setiap bulan. Bedanya bulan ini adalah warga disibukkan dengan berbagai kegiatan kerjabakti. Sehingga banyak kegiatan KAJ yang tidak dihadiri semua anggota. Seperti pembangunan jamban ke-11 ini hanya dihadiri 5 orang anggota. Bukan karena tidak kompak namun dikarenakan kesibukan.

Menjadikan hal menarik dalam waktu 3 jam dengan 5 orang bekerja, dapat menyelesaikan pembangunan septicktank. Untuk peletakan kloset menunggu corcoran kering.

Suryanto, sebagai yang mendapat giliran membangun tidak mempermasalahkan berapa yang kerja bakti. Karena menurutnya warga sangat sibuk sekali pada 2 bulan terakhir ini. (Fasilitator Arisan Jamban Jogja/PKPU)

Rapat Anggota KAJ (Kelompok Arisan Jamban)

IMG-20151026-WA0000 IMG-20151026-WA0001Sabtu 24 Oktober 2015, bertempat di kediaman bapak ketua Rt 04 Jeruk Legi,  Katongam, Nglipar, Gunungkidul. Diadakan rapat anggota KAJ.

Topik pembahasan kali ini adalah membahas keikutsertaan KAJ dan Kerabat dalam lomba STBM nasional. Fasilitator menjelaskan keikut sertaan lomba.

Anggota KAJ menanggapi dengan berbagai usulan. Pertama adalah membahas pembuatan kubangan untuk tempat penampungan akhor sampah (TPA)  skala rumah tangga. Dan menyediakan sabun di setiap kran di depan rumah.

Hal ini ada momentum berharga bagi kami, dengan keikutsertaan lomba warga anggota KAJ menjadi semangat membangun fasilitas sanitasi. Yang sebelumnya membangun jamban, ditambahi dengan membuat tempat penampung sampah, dan menyediakan alat CTPS. Semoga momentum ini menjadikan penambah semangat KAJ dan Kerabat. Dan saranan sanitasi yang akan dibuat semoga dapat dimanfaatkan dengan baik.

Ketua KAJ Suparja, menanggapi dengan memerintahkan anggotanya untuk melaksanakan kesepakatan hasil rapat. Semoga menjadikan contoh baik bagi warga lain. Amiin (Fasiliatator/Arisan Jamban Jogja/PKPU)

Hari Terakhir Survey dan Penyuluhan Kondisi Sanitasi Dusun Jeruk Legi oleh Kerabat PKPU

IMG-20151023-WA0002 IMG-20151023-WA0003 IMG-20151023-WA0004 IMG-20151023-WA0005Alhamdulillah hari ini adalah hari terakhir survey analisis kondisi Sanitasi (STBM) di dusun Jeruk Legi, Katongan, Nglipar, Gunungkidul. Pada hari terakhir ini lokasi survey adalah Rt 06 dan 07. “Ayo kawan-kawan kita selesaikan amanah yang diberikan oleh PKPU kepada kita, semangat ya Luur..!! ” begitu pesan dari pimpinan kerabat saat absen pagi yang disampaikan oleh Paino (Ahmat).

Survey diikuti oleh 9 surveyor (Kerabat PKPU)  dan tim Fasilitator Arisan Jamban. Sama seperti hari sebelumnya kegiatan survey diikuti dengan penyuluhan STBM. Alhamdulillah akhirnya semua Rt di dusun Jeruk Legi sudah diambil sample nya. Yang selanjutnya data hasil survey dan wawancara akan diolah oleh tim fasilitator PKPU Yogyakarta.

“Lur, awake dewe iki pancen udu wong pinter mangan bangku sekolah. Ning awake dewe nduweni semangat, wes ben kae ora melu survey dino iki, alhamdulillah tugas e wes rampung. Kito ngucapne maturnuwun karo PKPU lantaran mas fasilitatore wes mbimbing awake dewe, pisan meneh awake dewe kudu semangat” berikut adalah pesan yang intinya mengajak Kerabat untuk selalu semangat menjalani kegiatan, yang disampaikan oleh bapak Suryanto (anggota Kerabat PKPU).

Keberlanjutan Survey STBM di Dusun Jeruk Legi

IMG-20151021-WA0009 IMG-20151021-WA0014 IMG-20151021-WA0015

Melanjutkan ssurvey analisis kondisi STBM yang telah dilaksanakan kemarin di Rt 03 dan 05. Pada hari ini Rabu, 21 Oktober 2015 dilanjutkan ke Rt 01 dan 02.

Survey diikuti oleh tim surveyor (Kerabat PKPU) yang beranggotakan 10 orang. Dan didampingi oleh tim fasilitator arisan jamban.

Berbekal modul wawancara (pertanyaan dan jawaban) yang telah disiapkan dan materi yang telah diberikan, tim survey melakukan penyuluhan dan edukasi. Tujuannya selain mendapatkan data kondisi sanitasi juga memberikan pengetahuan mengenai sanitasi kepada masyarakat, melatih komunikasi kerabat, juga mengingatkan kembali kerabat terhadap materi STBM.

Bapak Sumanto merupakan ketua Rt 02 mengatakan. “Silahkan kader PKPU melakulan pendataan dan sensus, kami harap selain sensus yang hanya mendata saja juga melakukan penyampaian pengertian-pengertian mengenai bidang yang didata. Agar pengetahuan warga kami bertambah. “