Home Visit di Sesela-Lombok

IMG-20151021-WA0001 IMG-20151021-WA0011 IMG-20151021-WA0012

Salah satu kegiatan program Sahabat Gizi Kita (Sagita) di Wilayah Sesela-Lombok adalah Home Visit. Kegiatan ini tujuannya untuk mengetahui sejauh mana daya terima juga asupan makanan balita sasaran baik dari pemberian PMT ataupun dari makanan yg disediakan oleh keluarga.

Disamping itu juga, tujuannya untuk mengetahui perkembangan balita sasaran Sagita, baik

Kondisi kesehatannya, pola makannya, maupun hal-hal lain yang berpengaruh seperti : cuci tangan setelah bermain

atau sebelum menyentuh makanan, kondisi lingkungan sekitar, ventilasi/pencahayaan di tempat tinggal sasaran, dll.

Kegiatan home visit merupakan kegiatan yang menyenangkan, karena langsung berinteraksi dan berkomunikasi dengan para ibu balita dan balita mereka. Para ibu balita bisa bercerita atau menanyakan apa saja seputar perkembangan balita mereka. Dan sesekali sambil bercanda sebagai selingannya serta tak lupa menyelipkan sedikit saran/motivasi kepada para ibu balitanya.

Saat home visit kali ini, ditemukan ada balita yg kelihatannya berat badannya bertambah, kelihatan dari badannya yg agak gemuk. Dan memang balita ini, menurut informasi dari neneknya(tinggal bersama nenek), setiap jatah PMT nya dikasi oleh kader, selalu dihabiskan sendiri, begitu juga dgn makanan yg disediakan oleh keluarganya. Tapi memang secara umum dan sebagian besar dari sasaran, rata2 asupan makanannya yg kurang. Rata2 makan nasinya kurang lebih 3 – 5 sendok makan untuk sekali waktu makan, itupun ada yg terkadang makan hanya 2 kali sehari. Menurut pengamatan tim Sagita, para balita sasaran masih banyak yg pola makannya di dominasi oleh makan snack/makanan ringan, kemudian minuman kemasan seperti teh gelas, juga es, dll. Baik sebelum makan utama, berbarengan dengan makan utama, atau sebagai selingan/camilan. Dan saat ini, rata2 para balita sedangĀ  pilek dan batuk, serta ada pula yg demam, namun ada yg sudah dibawa ke pelayanan kesehatan terdekat.

Mungkin yang perlu menjadi perhatian bersama, khususnya tim Sagita, bukan masalah ada atau tidak adanya makanan yang akan dikonsumsi, tapi lebih ke arah pola makan/kebiasaan makan, pola asuh para balita yg jika ibunya bekerja dan dititip di nenek atau sanak familinya, kebersihan/kesehatan lingkungan sekitar, juga tidak kalah pentingnya adalah kesadaran orangtua khususnya ibu balita itu sendiri sebagai penyedia makanan untuk balitanya, dimana dalam hal ini sangatĀ  perlu kreativitas dari para ibu balita supaya makanan itu lebih bervariasi dan lebih menarik untuk dikonsumsi oleh balita.

Semoga ke depannya, dengan adanya home visit, dengan menyelipkan sedikit saran/motivasi langsung kepada ibu balitanya, akan tumbuh kesadaran yang lebih dan tertanam dalam diri para ibu balita untuk lebih intensif lagi memantau dan memperhatikan perkembangan balitanya masing-masing. Aamiin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>