Prosmiling Untuk Warga Terdampak Kabut Asap

IMG-20151203-WA0034 IMG-20151203-WA0035

IMG-20151203-WA0036

Sabtu-Ahad (28 &29 november 2015) Pkpu kembali melakukan aksi prosmiling (program kesehatan msyarakat keliling) di dua wilayah sabtu di Rusunawa Desa Kampung Baru Kel. Rejosari Kec. Tenayan Raya dan Minggu di Rw 20 Kel. Maharatu Kec. Marpoyan Damai. Kegiatan ini dilaksnakan dalam rangka pengobatan pasca asap yang baru beberapa minggu wilayah Riau terkena dampak asap. Pada hari sabtu, kgiatan ini di hadiri oleh 118 warga dan 59 balita yg mengikuti layanan gizi balita dan pada hari minggu dihadiri oleh 152 warga dan 90 balita yg mengkuti lyanan gizi balita. Sebelum diadakan pengobtan, tim fasilitator pkpu memberikan edukasi kpd warga mengenai cara mningkatkan ksehatan paru utk mnghindari pnyakit ISPA (Infeksi saluran prnapasan akut). Slama kgiatan, dari awal hingga akhir antrian seluruh warga berbondong2 mengikuti pngobtan. Pnyakit ISPA msih mnjdi pnyakit terbanyak yg d alami warga. “Trima kasih bnyak utk tim pkpu dan donatur yg telah memberikan pengobatan gratis di wilayah kami. Kami sangat terbantu dengan kegiatan ini sangat bermanfaat bagi warga kami” ucap bu zuraida Ibu RW 17 Desa Kp.Baru Kel. Rejosari Kec. Tenayan Raya.

Compass Method sebagai Metode Penilaian Efektivitas Program Arisan Jamban

 IMG-20151203-WA0020 IMG-20151203-WA0021 IMG-20151203-WA0022 IMG-20151203-WA0023

Yogyakarta, 25 November 2015. KERABAT dan Kelompok Arisan Jamban (KAJ) rt 004/05 Dusun Jeruk Legi berkumpul di rumah ketua RT  sejak siang hingga sore hari dengan PKPU sebagai fasilitator. Sebanyak 16 orang berkumpul untuk melakukan evaluasi terhadap program Arisan Jamban yang sedang berjalan di daerah mereka. Meskipun hujan dan memiliki banyak urusan, para warga sangat antusias dan sanggup mengikuti kegiatan tersebut hingga akhir. Evaluasi program yang dilakukan pada hari itu menggunakan metode kompas (Compass Method) untuk menilai faktor penting dalam kesuksesan sebuah program dari sudut pandang masyarakat. Metode ini diambil dari JTZ sebuah NGo dari Jerman, yang telah menerapkan metode yang sama dan memiliki tingkat keakuratan yang baik.

Compass Method diawali dengan perkenalan, baik tim PKPU, KERABAT, maupun warga. Tidak lupa diperkenalkan secara singkat gambaran kegiatan hari itu agar warga dapat mengikuti alur kegiatan dengan baik. Kegiatan dilanjutkan dengan framing program, yaitu mengeksplorasi pemahaman peserta akan program Arisan Jamban disana. Framing program bertujuan untuk mengetahui tingkat kepahaman warga terhadap program, apakah sudah memahami Arisan Jamban secara utuh atau hanya sebagian. Kegiatan tersebut dilakukan dengan mereview kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan dan pembelajaran yang didapat. Dengan demikian, PKPU dapat menilai dan meluruskan pemahaman warga terkait program Arisan Jamban ini.

Tahap selanjutnya adalah dengan membuat Critical Success Factors (CSF), yakni kegiatan mengeksplorasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pelaksanaan program Arisan Jamban yang ditinjau berdasarkan empat aspek. Aspek tersebut adalah aspek ekonomi, faktor eksternal, faktor internal, dan learn and growth (pembelajaran dan perkembangan). Hasil dari CSF akan discoring kemudian dileveling untuk mengetahui apa yang paling berpengaruh dari masing-masing aspek.

Berdasarkan proses tersebut, didapatkan hasil bahwa Arisan Jamban menjadi faktor utama yang mendukung keberhasilan program dari aspek keuangan. Faktor eksternal yang berpengaruh adalah PKPU, puskesmas, dan Dinas Kesehatan. Selanjutnya, faktor internal yang berpengaruh dalam keberhasilan program adalah adanya KERABAT dan keinginan kuat dari masing-masing warga. Pengetahuan tentang perilaku BAB yang baik dan pengetahuan tentang jamban sehat menjadi faktor pendukung dari aspek learn and growth.

Setelah proses tersebut, PKPU menjabarkan target keberhasilan program Arisan Jamban yang dilaksanakan (Key Performance Indicators / KPI). Selanjutnya, PKPU bersama warga membuat rencana tindak lanjut dari keberlanjutan Arisan Jamban kedepannya. Dari hal ini diharapkan program Arisan Jamban akan semakin baik dan mampu menjadikan warga Desa Jeruk Legi lebih mandiri. (Lisana/Koor.Arisan Jamban/PKPU)

Belajar Bercocok Tanam melalui Metode Hidroponik

IMG-20151203-WA0013 IMG-20151203-WA0014 IMG-20151203-WA0015 IMG-20151203-WA0016  IMG-20151203-WA0018

Tangerang, 27 November 2015. Sebanyak 22 orang kader posyandu dan ibu balita binaan program SAGITA (Sahabat Gizi Kita) PKPU mengikuti pelatihan bercocok tanam dengan menggunakan metode hidroponik untuk kebun sehat keluarga yang diadakan oleh PKPU bekerjasama dengan AgroTV.


Dalam pelatihan kali ini, Bapak Eko memberikan pelatihan kepada warga Desa Pangkalan metode hidroponik sederhana dengan memanfaatkan botol bekas. Tanaman yang akan ditanam adalah bayam dan kangkung, yang dinilai memiliki nilai kandungan gizi tinggi bagi perbaikan gizi balita. Salah satu keunggulan metode hidroponik ini adalah tanaman tidak perlu disiram setiap hari karena memanfaatkan sistem kapilaritas dari kertas tissue yang dianalogikan seperti sumbu kompor yang dipasang di dalam botol bekas.
“Terima kasih kepada PKPU dan AgroTV yang telah mengajarkan warga kami tentang metode baru dalam pertanian yang biasa kami lakukan, terutama dalam metode pemberian air dan pupuk tanaman” ujar Pak Marsa, salah satu peserta pelatihan training. (Ira W/Koor.Kp. Nutrisi/PKPU)

Sosmep dan Pemicuan Masyarakat Bandar Lampung

IMG-20151203-WA0005 IMG-20151203-WA0006 IMG-20151203-WA0007 IMG-20151203-WA0008 IMG-20151203-WA0009

Bandar Lampung , 21 November 2015 – Dalam rangka persiapan Program Ketahanan pangan, PKPU Lampung mengadakan pelatihan Sosmep dan Pemicuan masyarakat Kelurahan Keteguhan Kecamatan Teluk Betung Timur Bandar Lampung. Pelatihan dilakukan 2 hari dengan materi sosial maping dan pemicuan, serta praktek pemicuan ke kelurahan keteguhan.  Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 20-21 Nobember 2015 mulai pukul 09.00- 17.00 WIB.

Pada hari pertama kegiatan ini secara resmi dibuka oleh pak Sefrizal Permana selaku ketua bidang pendayagunaan PKPU Lampung dan sekaligus memberikan materi  tentang sosial maping dan pemicuan kepada fasilitator . ”Materi yang disampaikan sangat membantu saya selaku fasilitator dalam hal sosial maping dan pemicuan langsung kelapangan”, tutur ema selaku fasilitator.
Menurut pak Sefrizal Permana “ Pemetaan sosial  dilakukan agar dapat menemukan masalah dan solusi yang berasal dari masyarakat itu sendiri. Metode yang digunakan dikegiatan ini yaitu PRA, hal ini karena dalam metode ini masyarakat yang menjadi  subjek, bukan objek lanjutnya”.

Sedangkan pada hari ke 2, dilakukan praktek pelatihan sosmep dan pemicuan masyarakat  yang bertempat di kantor kelurahan Keteguhan Kecamatan Teluk Betung Timur. Dalam kegiatan ini turut dihadirkan pula ibu bidan serta kader.-kader posyandu di kelurahan keteguhan dalam praktek pelatihan sosmep dan pemicuan ke masyarakat.

Para kader posyandu dan ibu bidan yang hadir sangat antusias dalam pemicuan ini. Dalam praktek pemicuan kali ini kelompok dibagi mkenjadi 2 yaitu kelompok pesisir dan kelompok umbul konci. Mereka juga sudah berkomitmen agar memanfaatkan lahan pekarangannya dengan menanam sayur dan apotik hidup. “ setelah melihat potensi yang ada dikelurahan keteguhan saya ingin menanam sayur dipekarangan rumah saya, dan siap menjadi rumah percontohan di kelurahan keteguhan” tutur bu Nurpiah selaku kader posyandu. Kegiatan pemicuan berhasil mengajak 22 warga berkomitmen untuk membuat kebun sayuran di pekarangan rumahnya. (Sari/Fasilitator SAGITA/PKPU)

Sosialisasi Program Sampah Berkah Sujung

IMG-20151203-WA0000 IMG-20151203-WA0001  IMG-20151203-WA0003 IMG-20151203-WA0004

Program sampah berkah adalah suatu upaya untuk menangani masalah kesehatan lingkungan dengan mengelola sampah organik dan anorganik. Jumat, 20 November 2015 bertempat dirumah KERABAT PKPU RT 05 RW 02 untuk pertama kalinya PKPU mengadakan sosialisasi sampah berkah untuk menjelaskan jenis sampah sampai proses kerja bank sampah.

Sosialisai Program Sampah Berkah akan terus berjalan sampai tanggal 2 desember 2015 dimasing-masing RT di Desa Sujung kecuali hari sabtu dan minggu. Sosialisasi akan dilaksanakan lagi pada hari senin di RT 01 RW 01 yang nantinya akan beruntut sampai di RT 09 RW 03. Dipilih RT 05 RW 02 sebagai wilayah pertama sosialisasi dikarenakan wilayah ini sentra kegiatan Bank Sampah dan Lumbung organik, dan diwilayah ini merupakan masyarakat yang paling sulit untuk disadarkan.

Sosialisasi kali ini dihadiri oleh Ibu Hj.betty Kepala Puskesmas Tirtayasa, Ibu Tini Sanitarian Puskesmas Tirtayasa, Bapak Dadeng Perwakilan Kecamatan Tirtayasa, Bapak Syahrani Perwakilan Kelurahan Sujung, Bapak Maskuri Ketua RT 05 RW 02 dan Masyarakat Lingkungan RT 05 RW 02. Hadirin yang mengikuti sosialisasi sangat antusias dalam menyimak pemaparan dari fasilitator PKPU.

Masyarakat sangat tertarik untuk memilah sampah dan menabung di Bank Sampah Karya Bakti Sujung. Namun ketika harus dipungut biaya untuk pengangkutan sampah sebesar 500/Hari/KK masyarakat mulai acuh dan rusuh tentang adanya pungutan biaya pengangkutan sampah. Tapi hal ini tidak berlangsung lama, setelah Kepala Puskesmas Tirtayasa, Perwakilan Kecamatan Tirtayasa serta Aparatur Desa melakukan negosiasi biaya pengangkutan dengan masyarakat, dan memberikan pengertian serta memotivasi kepada masyarakat untuk mau memulai melakukan perubahan demi kesehatan lingkungan. Akhirnya masyarakat pun sepakat untuk membayar iuran 250/hari/KK dan mau mencoba melakukan perubahan demi kesehatan lingkungan.

“Kita setuju ana ne kegiatan iki walaupun dijaluki bayaran sing penting mah laka sangkrah sing acak-acakan ning latar, bayar semono mah ora sepira dibandingaken latare kebek karo sangkrah” ujar hj. Kamah masyarakat Rt 05 Rw 02 Desa Sujung yang sangat setuju dengan Program Sampah Berkah. (Lina & Nani/Fasilitator Sampah Berkah/PKPU)